47. AL HAKIM (Dzat Yang Maha Bijaksana) Dengan kebijaksanaan-Nya Allah Ta’ala tidak langsung mengabulkan semua permohonan hamba-hambaNya. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kesanggupan hamba-hambaNya didalam menerimanya. Sehingga ada do’a-do’a yang langsung dikabulkan, ada yang ditunda dan ada yang tidak dikabulkan didunia tetapi dikabulkan diakhirat. Karena Allah Ta'ala sangat menginginkan agar semua hambaNya bisa selamat diakhirat kelak dan masuk kedalam syurga-Nya. Oleh sebab itu Allah Ta'ala akan mengabulkan permintaan hamba-hambaNya yang bisa menyelamatkannya diakhirat. Allah Ta'ala tidak akan mengabulkan permohonan hambaNya yang justru akan memudhoratkannya diakhirat kelak. Maka dari itu pada saat nanti diakhirat kelak banyak sekali orang yang menyesal karena do’a-do’anya banyak dikabulkan didunia. Karena Allah Ta’ala akan berfirman : “Wahai hamba-Ku, dahulu kamu didunia meminta kepadaKu tetapi belum Aku kabulkan, sampai ajalmu menjemput. Karena andaikata Aku kabulkan didunia, maka kamu akan melampaui batas, sehingga akan menjerumuskanmu kedalam neraka. Aku telah berjanji bahwa barang siapa yang memohon kepada-Ku pasti akan Aku kabulkan. Maka sekarang mintalah apa yang hendak kamu minta. Niscaya akan Aku kabulkan”. Oleh sebab itu sebetulnya tidak ada masalah didalam berdo’a. Apakah Allah Ta'ala akan mengabulkan atau tidak didunia. Karena diakhirat nanti Allah Ta'ala pasti akan mengabulkan. Yang penting didalam berdo’a kita memohon untuk ketaqwaan bukan untuk kefasikan. Allah Ta’ala lebih mengetahui apakah do’a seseorang akan dikabulkan atau tidak, karena Dia Dzat Yang Maha Bijaksana Dalam Memutuskan Sesuatu. Dan Dia lebih mengetahui tentang diri kita dibandingkan dengan kita sendiri. Oleh karena itu janganlah sekali-kali kita kecewa dengan keputusan apapun yang Allah berikan. Apakah do’a kita akan langsung dikabulkan, ditunda atau akan dikabulkan di akhirat. Sepanjang do’a kita berdasarkan ketakwaan pasti akan dikabulkan. Akan tetapi seringkali kita kecewa karena tidak sabar, tidak sesuai dengan nafsu kita yang membuat kita buruk sangka kepada Allah, menganggap Allah tidak adil, yang membuat kita berdosa. Tetapi seiring berjalannya waktu barulah dikemudian hari kita menyadari bahwa keputusan Allah yang diberikan kepada kita pada waktu yang lalu itu adalah benar. Tentu semua kita pernah merasakan hal ini. Inilah satu bukti bahwa memang Allah Maha Bijaksana dalam memutuskan sesuatu. Apa yang kita sangka baik mungkin buruk dimata Allah dan yang kita sangka buruk mungkin baik dimata Allah Ta’ala. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita kecewa dengan permohonan kita kepada Allah Ta'ala yang belum dikabulkan? Padahal Allah Ta'ala Maha Bijaksana didalam menentukan, apakah doanya langsung dikabulkan, atau ditunda, atau tidak dikabulkan didunia tetapi dikabulkan diakhirat. Dan terkabulnya do’a tersebut adalah berdasarkan waktu yang telah ditetapkan oleh Allah Ta'ala. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sabar didalam kami menunggu terkabulnya do’a-do’a kami. Karena segala sesuatunya hanyalah Engkau yang Maha Mengetahui kebaikan bagi kami. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa do’anya pasti akan dikabulkan oleh Allah Ta'ala, selama do’anya untuk kehidupan akhirat bukan untuk kehidupan dunia (hawa nafsu). Orang-orang yang beriman didalam berdo’a tidak pernah khawatir apakah do’anya akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala atau tidak. Karena dia yakin bahwa apapun yang diberikan oleh Allah Ta’ala adalah untuk keselamatan dirinya diakhirat kelak. Dan ketika do’anya belum dikabulkan, maka bertambahlah ketawakkalannya kepada Allah Ta’ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa tidak pernah menanyakan kepada Allah Ta'ala tentang kapan terkabulnya do’anya. Akan tetapi yang dia fikirkan adalah bagaimana bisa berdo’a berdasarkan ketaqwaan dan berdo’a dengan harap dan cemas. Akan tetapi bagi orang-orang fasik, dia selalu bertanya-tanya kepada Allah Ta'ala kapankah do’anya akan dikabulkan, sehingga dia tidak mau sabar menunggu. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami selalu tetap yakin kepada-Mu bahwasannya Engkau akan mengabulkan do’a-do’a kami. F. Sikap Orang Bertawakkal Orang-orang yang bertawakkal setelah berdo’a dia akan menunggu dengan sabar. Dia serahkan kepada Allah Ta'ala apa yang Dia kehendaki. Apakah doanya langsung dikabulkan, atau ditunda atau dikabulkan diakhirat. Karena dia yakin dengan kebijaksanaan Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Apabila do’anya dikabulkan oleh Allah Ta'ala, maka dia segera melakukan ketaqwaan. Karena dia berdo’a adalah untuk ketaqwaan. Dan apabila do’anya belum dikabulkan (tertunda), maka dia terima dengan ikhlas. Karena andaikata dikabulkan, mungkin dia belum siap sehingga cenderung mengikuti hawa nafsu. Dan kalaupun do’anya tidak dikabulkan didunia, maka dia sangat bersyukur, karena bisa menjadi tabungannya diakhirat. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Hakim Apabila ia sudah menjadi kholifah, maka apabila ada manusia yang meminta sesuatu kepadanya, ia selalu memilihkan pemberiannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh manusia tersebut. Dan belum akan diberikan kepada manusia tersebut apabila ia belum melihat kemanfaatan dari apa yang dia minta. Dan ia akan menunda pemberiannya sampai orang yang meminta sanggup menerimanya. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Hakim Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu dalam memilihkan waktu pemberian kepada manusia, agar dapat bermanfaat bagi mereka. Agar supaya manusia dapat melihat bahwasannya Engkau memberi kepada mereka sesuai dengan kemanfaatan bagi mereka, sehingga mereka dapat bersabar menunggu terkabulnya do’a-do’a mereka.